BAB III Produktivitas kerja karyawan di PT. seribu satu alami Kabupaten Pamekasan

 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  1.  Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu untuk

menganalisa produktivitas kerja karyawan di PT. Seribu Satu Alami.

Lokasi penelitian di perusahaan rokok PT. Seribu Satu Alami Ds.

Kartagenah, Kec. Kadur, Kabupaten Pamekasan.

  1.  Teknik Pengambilan Sampel dan Populasi

    1. Populasi

Populasi dalam  penelitian ini adalah karyawan yang ada di perusahaan

rokok PT. Seribu Satu Alami dengan jumlah karyawan sebanyak 600

karyawan di bagian produksi dengan karakteristik karyawan adalah

produktivitas kerja karyawan.

  1. Sampel

Dalam penelitian ini menggunakan teknik Non-Parametrik dua sampel independen / t test (uji beda rata-rata dua grup). Sehingga dari sampel ini maka ditarik jumlah populasi diatas dan diambil sampel sebanyak 60 karyawan, dengan cara mengambil 10% dari banyaknya populasi tersebut (Suharsini  Arikunto: 2006. Dan Ghozali: 2006)
  1. Teknik Pengumpulan data

Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dipergunakan peneliti 

untuk memperoleh data tentang motivasi, disiplin kerja dan lingkungan

kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di PT. Seribu Satu Alami

diantaranya:

  1. Teknik  Observasi 

Observasi adalah Observasi adalah suatu metode pengumpulan data dengan

cara melakukan pengamatan secara langsung pada perusahaan

yang bersangkutan.

  1. Teknik  Wawancara  

Metode wawancara adalah metode pengumpulan data yang dilakukan

dengan interaksi langsung berhadap-hadapan dengan pimpinan dan para

karyawan untuk memperoleh data yang berhubungan dengan penulisan

skripsi ini. Penulis melakukan tanya jawab dengan pimpinan atau

karyawan perusahaan untuk mendapatkan gambaran umum perusahaan,

strategi perusahaan, tugas dan tanggung jawab serta struktur organisasi.

  1. Penelitian Pustaka (Library Research)

Yaitu dengan mengumpulkan data teoretis dengan cara menelaah berbagai

buku literaur dan bahan pustaka lainnya yang berkaitan dengan topik dan

masalah yang dibahas

  1. Variabel dan operasional Variabel

Definisi konsep variabel disusun agar terdapat kesamaan pengertian

antara pembaca dalam mendefinisikan variabel yang ada. Definisi konsep

yang digunakan adalah :

Produktivitas Kerja

Produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (output)

dengan keseluruhan sumber daya (input) yang dipergunakan persatuan waktu.

Secara umum produktivitas diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata maupun

fisik (barang dan jasa) dengan masukan yang sebelumnya.

Kuantitas kerja

Kuantitas kerja adalah merupakan suatu hasil yang dicapai oleh karyawan

dalam jumlah tertentu dengan perbandingan standar yang ada atau ditetapkan

oleh perusahan. Yang diukur dengan menggunakan tingkat hasil produksi

setiap karywan yang terdiri dari karyawan lama dan karyawan baru.

Ketepatan waktu

Ketepatan waktu merupakan tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada awal waktu

yang ditentukan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta

memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Ketepatan waktu

diukur dari persepsi karyawan terhadap suatu aktivitas yang disediakan diawal

waktu sampai menjadi output.

  1. Teknik Analisis Data

3.5.1. Data Screening.

Sebelum melakukan uji statistic langkah awal yang harus dilakukan

adalah screening terhadap data yang akan diolah salah satu asumsi

penggunaan statistic parametric adalah asumsi multivariate

normality. Multivariate normality merupakan asumsi bahwa setiap variabel

dan semua kombinasi linier dari variabel berdistribusi normal.

Jika asumsi ini dipenuhi maka nilai residual dari analisis juga berdistribusi

normal dan independent.

Teknik analisis data menggunakan Uji normalitas dan Data Outlier.

1.   Uji Normalitas.

Screening terhadap normalitas data merupakan langkah awal yang harus

dilakukan untuk setiap analisis multivariate, khususnya jika tujuannya adalah

inferensi. Jika terdapat normalitas maka residual akan terdistribusi secara

normal dan independent yaitu perbedaan antara nilai prediksi dengan scorel

yang sesungguhnya atau error akan terdistribusi secara simitri disekitar nilai mean

sama dengan nol. Jadi salah satu cara dalam mendeteksi normalitas adalah

lewat pengamatan nilai residual. 

Secara statistic terdapat dua komponen normalitas yaitu skewnees dan

kurtosis. Skewnees berhubungan dengan simetri distribusi. Skewed

variabel ( variabel menceng) adalah variabel yang nilai meannya tidak

ditegah – tengah distribusi, sedangkan kortosis berhubungan dengan puncak

dari suatu distribusi. Jika variabel terdistribusi secara normal maka nilai

skiwnees dan kortosis sama dengan nol. Terdapat uji signifikan skewnees

dan kortosis dengan cara sebagai berikut:                       

Dimana :

S : nilai Skewnes

N : jumlah Kasus

K : nilai kurtosis

Nilai Z ini bandingkan dengan nilai kritisnya yaitu untuk alpha 0,01

nilai kritisnya ± 2,58 sedangkan untuk alpha 0,05 nilai kritisnya  ± 1,96

2.   Data Outlier

Untuk mendeteksi univariate outlier dapat dilakukan dengan menentukan

nilai batas yang akan dikatagorikan sebagai data outlier yaitu dengan

cara mengkonversi nilai data kedalam skor standardized atau yang

biasa disebut Z – score yang memiliki niali mean atau ( rata – rata ) sama

dengan nol dan standartdeviasi sama dengan satu,  menurut Hair ( 1999)

untuk kasus sampel kecil (kurang dari 80 ), maka standart skor dengan nilai

lebih dari 2,5 dinyatakan Outlier. Untuk sampel besar standar scor

dinyatakan Outlier jika nilainya pada kisaran 3 sampai 4. Jika standar scor

tidak digunakan , maka kita dapat menentukan data Outlier jika data

tersebut nilainya lebih besar dari 2.5 standart deviasi atau antara 3

sampai 4 standar deviasi tergantung dari besarnya sampel

(Ghozali, 2011 : 29-30)

 Uji Beda Non-Parametrik Dua Data independent.

Teknik Uji Parametrik yang biasanya untuk menguji data dari dua sampel

berbeda adalah t-test (Uji beda rata – rata dua group). Uji t

untuk mengansumsikan bahwa skor sampel adalah independent observasi

dari populasi yang memiliki distribusi normal dan biasanya memiliki

variance yang sama. Uji t juga mengasumsikan bahwa observasi diukur

minimal dengan ukuran skala interval. Pada kasus tertentu asumsi Uji t ini

sulit dipenuhi oleh karena peneliti sulit menemukan:

  1. Asumsi Uji t tidak realistis dengan realita yang ada.

  2. Peneliti ingin menghindarkan membuat asumsi sehingga kesimpulanya

  3. diharapkan akan lebih dapat digeneralisasikan.

  4. Skor tidak berbentuk nomerik sehingga gagal menggunakan asumsi Uji t

  5. ( Ghozali, 2006: 102)

 Selanjutnya Uji beda dua sampel independen yang digunakan dalam

penelitian ini adalah menggunakan Wilcoxon–Man–Whiteney Test, apabila

data yang diteliti pengukurannya minimal menggunakan ukuran ordinal,

maka test dapat digunakan untuk menguji apakah dua group independen

berasal dari populasi yang sama. Uji ini merupakan  salah satu uji

non-parametrik yang sangat kuat (powerful) dan merupakan alternative

dari uji parametric t-test, jika dalam uji disini ingin menghindarkan dari

asumsi t test atau ketika  pengukuran dalam data lebih lemah

dibandingkan ukuran skala internal ( Ghozali, 2006 : 109).



Post a Comment

0 Comments