BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu untuk
menganalisa produktivitas kerja karyawan di PT. Seribu Satu Alami.
Lokasi penelitian di perusahaan rokok PT. Seribu Satu Alami Ds.
Kartagenah, Kec. Kadur, Kabupaten Pamekasan.
Teknik Pengambilan Sampel dan Populasi
Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang ada di perusahaan
rokok PT. Seribu Satu Alami dengan jumlah karyawan sebanyak 600
karyawan di bagian produksi dengan karakteristik karyawan adalah
produktivitas kerja karyawan.
Sampel
Teknik Pengumpulan data
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dipergunakan peneliti
untuk memperoleh data tentang motivasi, disiplin kerja dan lingkungan
kerja terhadap produktivitas kerja karyawan di PT. Seribu Satu Alami
diantaranya:
Teknik Observasi
Observasi adalah Observasi adalah suatu metode pengumpulan data dengan
cara melakukan pengamatan secara langsung pada perusahaan
yang bersangkutan.
Teknik Wawancara
Metode wawancara adalah metode pengumpulan data yang dilakukan
dengan interaksi langsung berhadap-hadapan dengan pimpinan dan para
karyawan untuk memperoleh data yang berhubungan dengan penulisan
skripsi ini. Penulis melakukan tanya jawab dengan pimpinan atau
karyawan perusahaan untuk mendapatkan gambaran umum perusahaan,
strategi perusahaan, tugas dan tanggung jawab serta struktur organisasi.
Penelitian Pustaka (Library Research)
Yaitu dengan mengumpulkan data teoretis dengan cara menelaah berbagai
buku literaur dan bahan pustaka lainnya yang berkaitan dengan topik dan
masalah yang dibahas
Variabel dan operasional Variabel
Definisi konsep variabel disusun agar terdapat kesamaan pengertian
antara pembaca dalam mendefinisikan variabel yang ada. Definisi konsep
yang digunakan adalah :
Produktivitas Kerja
Produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (output)
dengan keseluruhan sumber daya (input) yang dipergunakan persatuan waktu.
Secara umum produktivitas diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata maupun
fisik (barang dan jasa) dengan masukan yang sebelumnya.
Kuantitas kerja
Kuantitas kerja adalah merupakan suatu hasil yang dicapai oleh karyawan
dalam jumlah tertentu dengan perbandingan standar yang ada atau ditetapkan
oleh perusahan. Yang diukur dengan menggunakan tingkat hasil produksi
setiap karywan yang terdiri dari karyawan lama dan karyawan baru.
Ketepatan waktu
Ketepatan waktu merupakan tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada awal waktu
yang ditentukan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta
memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Ketepatan waktu
diukur dari persepsi karyawan terhadap suatu aktivitas yang disediakan diawal
waktu sampai menjadi output.
Teknik Analisis Data
3.5.1. Data Screening.
Sebelum melakukan uji statistic langkah awal yang harus dilakukan
adalah screening terhadap data yang akan diolah salah satu asumsi
penggunaan statistic parametric adalah asumsi multivariate
normality. Multivariate normality merupakan asumsi bahwa setiap variabel
dan semua kombinasi linier dari variabel berdistribusi normal.
Jika asumsi ini dipenuhi maka nilai residual dari analisis juga berdistribusi
normal dan independent.
Teknik analisis data menggunakan Uji normalitas dan Data Outlier.
1. Uji Normalitas.
Screening terhadap normalitas data merupakan langkah awal yang harus
dilakukan untuk setiap analisis multivariate, khususnya jika tujuannya adalah
inferensi. Jika terdapat normalitas maka residual akan terdistribusi secara
normal dan independent yaitu perbedaan antara nilai prediksi dengan scorel
yang sesungguhnya atau error akan terdistribusi secara simitri disekitar nilai mean
sama dengan nol. Jadi salah satu cara dalam mendeteksi normalitas adalah
lewat pengamatan nilai residual.
Secara statistic terdapat dua komponen normalitas yaitu skewnees dan
kurtosis. Skewnees berhubungan dengan simetri distribusi. Skewed
variabel ( variabel menceng) adalah variabel yang nilai meannya tidak
ditegah – tengah distribusi, sedangkan kortosis berhubungan dengan puncak
dari suatu distribusi. Jika variabel terdistribusi secara normal maka nilai
skiwnees dan kortosis sama dengan nol. Terdapat uji signifikan skewnees
dan kortosis dengan cara sebagai berikut:
Dimana :
S : nilai Skewnes
N : jumlah Kasus
K : nilai kurtosis
Nilai Z ini bandingkan dengan nilai kritisnya yaitu untuk alpha 0,01
nilai kritisnya ± 2,58 sedangkan untuk alpha 0,05 nilai kritisnya ± 1,96
2. Data Outlier
Untuk mendeteksi univariate outlier dapat dilakukan dengan menentukan
nilai batas yang akan dikatagorikan sebagai data outlier yaitu dengan
cara mengkonversi nilai data kedalam skor standardized atau yang
biasa disebut Z – score yang memiliki niali mean atau ( rata – rata ) sama
dengan nol dan standartdeviasi sama dengan satu, menurut Hair ( 1999)
untuk kasus sampel kecil (kurang dari 80 ), maka standart skor dengan nilai
lebih dari 2,5 dinyatakan Outlier. Untuk sampel besar standar scor
dinyatakan Outlier jika nilainya pada kisaran 3 sampai 4. Jika standar scor
tidak digunakan , maka kita dapat menentukan data Outlier jika data
tersebut nilainya lebih besar dari 2.5 standart deviasi atau antara 3
sampai 4 standar deviasi tergantung dari besarnya sampel
(Ghozali, 2011 : 29-30)
Uji Beda Non-Parametrik Dua Data independent.
Teknik Uji Parametrik yang biasanya untuk menguji data dari dua sampel
berbeda adalah t-test (Uji beda rata – rata dua group). Uji t
untuk mengansumsikan bahwa skor sampel adalah independent observasi
dari populasi yang memiliki distribusi normal dan biasanya memiliki
variance yang sama. Uji t juga mengasumsikan bahwa observasi diukur
minimal dengan ukuran skala interval. Pada kasus tertentu asumsi Uji t ini
sulit dipenuhi oleh karena peneliti sulit menemukan:
Asumsi Uji t tidak realistis dengan realita yang ada.
Peneliti ingin menghindarkan membuat asumsi sehingga kesimpulanya
diharapkan akan lebih dapat digeneralisasikan.
Skor tidak berbentuk nomerik sehingga gagal menggunakan asumsi Uji t
( Ghozali, 2006: 102)
Selanjutnya Uji beda dua sampel independen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah menggunakan Wilcoxon–Man–Whiteney Test, apabila
data yang diteliti pengukurannya minimal menggunakan ukuran ordinal,
maka test dapat digunakan untuk menguji apakah dua group independen
berasal dari populasi yang sama. Uji ini merupakan salah satu uji
non-parametrik yang sangat kuat (powerful) dan merupakan alternative
dari uji parametric t-test, jika dalam uji disini ingin menghindarkan dari
asumsi t test atau ketika pengukuran dalam data lebih lemah
dibandingkan ukuran skala internal ( Ghozali, 2006 : 109).

0 Comments