BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Persaingan dunia usaha saat ini semakin kompetitif,
karena itu setiap perusahaan harus mampu mengatur dan mengolah semua
sumber daya yang dimilikinya dengan efektif dan efisien agar tetap dapat
bertahan hidup dan berkembang. Salah satu contoh dari sumber daya
perusahaan tersebut adalah tenaga kerja atau karyawan. Setiap perusahaan
pasti mengharapkan tenaga kerja atau karyawannya memberikan hasil yang
maksimal di dalam bekerja. Hal ini dapat dilihat dari produkifitas kerjanya
yang tinggi. Oleh karena itu perusahaan harus berusaha melakukan
tindakan-tindakan yang menyebabkan tenaga kerja atau karyawannya mau
mewujudkan harapan tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan
oleh perusahaan adalah dengan mencari tahu faktor-faktor apa yang
mempengaruhi peningkatan produktifitas kerja karyawan tersebut,
kemudian mengambil tindakan untuk meningkatkan produktifitas kerja
karyawannya
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan produktifitas kerja
karyawan. Salah satu dari faktor-faktor tersebut adalah dengan cara melihat
kuantitas hasil dari produksi (output) karyawan dan ketepatan waktunya
dalam memproduksi barang diperusahaan tersebu sehingga nantinya bisa
menjadi tolak ukur atau output bagi perusahaan untuk menilai tingkat
produktivitas per karyawan.
Setiap perusahaan berupaya untuk mendapatkan karyawan yang dapat
memberikan prestasi kerjanya dalam bentuk produktivitas kerja setinggi
mungkin untuk mewujudkan tujuan perusahaan.
Produktivitas secara teori mengandung arti pandangan hidup dan sikap
mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan,
sedangkan produktivitas dalam definisi kerja merupakan perbandingan
antara hasil yang dicapai (keluaran) dengan keseluruhan sumber daya
(masukan) yang dipergunakan per satuan waktu. Seorang karyawan dapat
dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai
dengan yang diharapkan dalam waktu singkat atau tepat. Dengan
meningkatkan produktivitas diharapkan akan tercapai tujuan dari perusahaan
serta dapat meningkatkan barang atau jasa yang dihasilkan.
Tingkat yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan tentunya berbeda
meskipun sebagian dari mereka sudah mencapai tingkat kepuasan dari hasil
kinerjanya sendiri. kinerja yang di inginkan oleh perusahaan adalah bagaimana
karyawan tersebut bekerja secara maksimal sehingga tingkat produktivitasnya
akan tinggi, tapi bagaimanakah dengan karyawan yang baru, atau bagi karyawan
yang telah menjadi bagian dari perusahaan itu, apakah mereka bisa dengan
cepat mencapai produktivitas kerja jika tanpa ada penilaian baik yang bersifat
kuantitas atau kualitas dari pihak manajeman perusahaan. produktivitas kerja
karyawan Di PT. Seribu Satu Alami yang bergerak dalam bidang industry rokok
Madura dan salah satu merek rokok yang diproduksi adalah 1001 Alami.
PT. Seribu Satu Alami merupakan salah satu perusahaan rokok didaer Kabupaten
Pamekasan. Perusahaan ini mengusahakan komoditi tembakau sendiri
yang akan dijadikan sebagai bahan baku untuk memproduksi rokok.
Tanaman tembakau merupakan salah satu dari sekian banyak
komoditas perkebunan yang diusahakan di Indonesia. Komoditas
tersebut merupakan komoditas yang penting bagi perekonomian Indonesia.
Tanaman tembakau (Nicotiana tobaccum L.) termasuk golongan
tanaman semusin. Di dunia pertanian tembakau tergolong tanaman
perkebunan, tapi bukan merupakan kelompok tanaman pangan.
Tembakau dimamfaatkan daunnya sebagai bahan pembuatan rokok.
Tembakau adalah salah satu komoditas penting di Indonesia.
Daun tembakau digunakan sebagai bahan baku rokok, baik dengan
menggunakan pipa maupun digulung dalam bentuk rokok atau cerutu.
Kebutuhan pabrik rokok akan tembakau yang besar tidak diimbangi
oleh hasil panen tembakau. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan
hasil tanaman tembakau. Dengan adanya potensi yang dilihat dari
komoditas tembakau di dalam perindustrian di Indonesia, muncul
ketertarikan untuk mempelajari manajeman tanaman serta menerapkan
fungsi operatif manajeman produksi untuk lebih meningkatkan
produktivitas perusahaan dan karyawan PT. Seribu Satu
Alami-Kabupaten Pamekasan Madura.
Dan apabila karyawan PT. Seribu Satu Alami bekerja sangat giat
dengan berasumsi bahwa semua sumber daya perusahaan lainnya
turut mendukung, maka akan terlihat produktifitas kerja karyawan
akan meningkat.
Dari data yang didapat oleh peneliti terkait penerapan fungsi operatif
manajeman produksi, maka tingkatan atau perbedaan kuantitas dan
ketepatan waktu karyawan dalam bekerja terutama bagi karyawan
yang berorientasi baru masih perlu di tingkatkan lagi supaya
tingkat produktivitasnya bisa mengembangi karyawan yang lama,
sehingga profitabilitas perusahaan juga akan meningkat.
Oleh karena itu penulis sangat tertarik untuk mengangkat judul,
“Produktivitas Kerja Karyawan di PT. Seribu Satu Alami Kabupaten
Pamekasan – Madura.
Perumusan Masalah
Untuk suatu upaya yang dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan
dan perusahaan adalah dengan meningkatkan kinerja produksi karyawan.
Berdasarkan uraian diatas, maka yang menjadi rumusan permasalahannya adalah :
Adakah perbedaan secara parsial dan signifikan antara produktivitas kerja karyawan yang lama dengan karyawan yang baru bekerja di PT. Seribu Satu Alami ?
Seberapa tinggi tingkat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan lama dan karyawan baru di PT. Seribu Satu Alami?
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian yang hendak menjawab permasalahan diatas adalah :
Untuk mengetahui perbedaan secara parsial dan signifikan antara produktivitas kerja karyawan yang lama dengan karyawan yang baru bekerja di PT. Seribu Satu Alami ?
tinggi tingkat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan lama dan karyawan baru di PT. Seribu Satu Alami?
Manfaat Penelitian
Mamfaat dari penelitian ini diantaranya :
Kontribusi Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan oleh di PT. Seribu Satu Alami sebagai bahan masukan untuk lebih meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
Kontribusi Teoritis
Dengan adanya penelitian ini dapat menambah pengetahuan sebagai bekal dalam rangka menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya tentang manajeman untuk diterapkan dalam dunia kerja yang sesungguhnya.
1.4.3. Kontribusi akademis
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan referensi bacaan bagi semua pihak yang membutuhkannya
Ruang Lingkup Penelitian
Adapun ruang lingkup dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.5.1. Sejauh mana tingkat perbedaan antara produktivitas kerja karyawan yang
lama dengan karyawan yang baru bekerja di PT. Seribu Satu Alami ?
Sehingga dari ruang lingkup diatas maka peneliti membatasi permasalahan
dalam penelitian ini yaitu terkait fungsi operatif manajeman produksi sumber
daya manusia yaitu produktivitas kerja dibagian produksi hanya di
PT. Seribu Satu Alami Kec. Kadur Kabupaten Pamekasan-Madura.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESI
Penelitian Terdahulu
Penelitian yang dilakukan oleh Siti Masfufah Fakultas Ekonomi Jurusan
Manajemen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2010.
Dengan judul Pengaruh kemampuan individu terhadap Produktivitas kerja
karyawan (studi pada pt pg rajawali i unit pg. Krebet baru bululawang Malang)
Dari Uji t (parsial) dapat dilihat bahwa berdasarkan hasil analisis data terbukti
bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan fisik (X1)
terhadap produktivitas kerja karyawan PG. Krebet Baru, dapat disimpulkan
bahwa secara parsial kemampuan fisik tidak mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Sedangkan pada kemampuan
intelektual (X2) mempunyai pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan
pada PG. Krebet Baru Malang. Karena penelitian dilakukan pada masa tutup
giling saja, sehingga responden yang di ambil sebagian besar adalah karyawan dari
bagian tata usaha kantor yang cenderung menggunakan kemampuan intelektualnya
dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dari uji F (serentak) ada pengaruh yang
signifikan antara kemampuan individu yang meliputi kemampuan fisik dan
kemampuan intelektual terhadap produktivitas kerja karyawan PG.
Krebet Baru Malang secara simultan diterima.
Sehingga diketahui bahwa kemampuan individu seorang karyawan membawa
pengaruh terhadap produktivitas kerjanya. Faktor kemampuan individu yang
paling dominan adalah kemampuan intelektual (X2) dengan kontribusi sebesar 4,28 %,
jika dibandingkan dengan X1 yang memiliki kontribusi sebesar 2,62 % .
Secara bersama-sama kemampuan individu karyawan yang meliputi kemampuan
fisik dan kemampuan intelektual berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan.
Namun yang lebih dominan pengaruhnya adalah kemampuan intelektual karyawan.
Oleh karena itu, diharapkan PG. Krebet Baru Malang terus memantau perkembangan
diri karyawanbaik secara langsung ataupun tidak, guna peningkatan produktivitas kerja
kedepannya.
Produktivitas
Pengertian Produktivitas
Setiap perusahaan selalu berusaha agar karyawan bisa berprestasi dalam bentuk
memberikan produktivitas kerja yang maksimal. Produktivitas kerja karyawan bagi
suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam
menjalankan usaha. Karena semakin tinggi produktivitas kerja karyawan dalam
perusahaan, berarti laba perusahaan dan produktivitas akan meningkat.
Pada dasarnya produktivitas adalah merupakan jumlah hasil yang dicapai
seorang pekerja atau faktor produksi yang lain dalam jangka waktu tertentu.
Untuk dapat mengetahui lebih jelas mengenai produktivitas kerja karyawan.
Menurut Payaman J. Simanjuntak, produktivitas mengandung pengertian
filosofis yaitu definisi kerja dan teknik operasional. Secara filosofis
mengandung makna pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha
meningkatkan mutu kehidupan. Pandangan hidup dan sikap mental yang demikian
akan mendorong manusia untuk tidak cepat puas, sehingga akan terus
mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan kerja.
Untuk definisi produktivitas, produktivitas merupakan perbandingan antara hasil
yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya
(input) yang dipergunakan persatuan waktu. Secara umum produktivitas diartikan
sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik (barang dan jasa) dengan
masukan yang sebelumnya.
Sedangkan menurut L. Mathis dan Jackson (2006 : 69)
dalam bukunya Human Resource Management, Produktivitas (productivity)
diartikan sebagai ukuran atas kuantitas dan kualitas dari pekerjaan yang diselesaikan
dengan mempertimbangkan biaya dari sumber daya yang digunakan. International Labour Organization (ILO) yang dikutip oleh Malayu S.P Hasibuan (2005: 127) mengungkapkan bahwa secara lebih sederhana maksud dari produktivitas adalah perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang dipergunakan selama produksi berlangsung, Sumber tersebut dapat berupa:
Tanah
Bahan baku dan bahan pembantu
Pabrik, mesin-mesin dan alat-alat
Tenaga kerja
Produktivitas adalah ukuran sampai sejauh mana sebuah kegiatan mampu
mencapai target kuantitas dan kualitas yang telah ditetapkan (Erni Tisnawati
Sule & Kurniawan Saefullah, 2005:369)
Konsep produktivitas pada dasarnya dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu
dimensi individu dan dimensi organisasi. Pengkajian masalah produktivitas
dari dimensi individu tidak lain melihat produktivitas terutama dalam
hubungannya dengan karakteristik – karakteristik kepribadian individu.
Dalam konteks ini esensi pengertian produktivitas adalah sikap mental yang
selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih
baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.
(Kusnendi, 2003:8)
Muchdarsyah Sinungan juga mengisyaratkan dua kelompok syarat bagi
produktivitas perorangan yang tinggi:
Kelompok pertama
Tingkat pendidikan dan keahlian
Jenis teknologi dan hasil produksi
Kondisi kerja
Kesehatan, kemampuan fisik dan mental
Kelompok kedua
Sikap mental (terhadap tugas), teman sejawat dan pengawas
Keaneka ragam tugas
Sistem insentif (sistem upah dan bonus)
Kepuasan kerja
Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai pekerja dengan unit faktor produksi dalam kerjanya agar bekerja lebih giat dan lebih keras lagi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja,
Faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan perusahaan
dapat digolongkan pada dua kelompok, yaitu:
Yang menyangkut kualitas dan kemampuan fisik karyawan yang meliputi:
tingkat pendidikan, latihan, motivasi kerja, etos kerja, mental dan kemampuan
fisik karyawan
Sarana pendukung, meliputi: Lingkungan kerja, meliputi: produksi, sarana
dan peralatan produksi, tingkat keselamatan dan kesejahteraan kerja.
Sedangkan menurut Muchdarsyah (dalam Yuli Tri Cahyono dan Lestiyana Indira
M, 2007: 227) menyebutkan bahwa yang dapat mempengaruhi produktivitas
kerja adalah sebagai berikut:
Tenaga kerja
Kenaikan sumbangan tenaga kerja pada produktivitas adalah karena adanya
tenaga kerja yang lebih sehat, lebih terdidik dan lebih giat.
Produktivitas dapat meningkat karena hari kerja yang lebih pendek.
Imbalan dari pengawas dapat mendorong karyawan lebih giat dalam
mencapai prestasi. Dengan demikian jelas bahwa tenaga kerja berperan penting
dalam produktivitas.
Seni serta ilmu manajemen
Manajemen adalah faktor produksi dan sumber daya ekonomi, sedangkan seni
adalah pengetahuan manajemen yang memberikan kemungkinan
peningkatan produktivitas. Manajemen termasuk perbaikan melalui
penerapan teknologi dan pemanfaatan pengetahuan yang memerlukan pendidikan
dan penelitian.
Modal
Modal merupakan landasan gerak suatu usaha perusahaan, karena dengan
modal perusahaan dapat menyediakan peralatan bagi karyawan yaitu untuk
membantu melakukan pekerjaan dalam meningkatkan produktivitas kerja.
Fasilitas yang memadai akan membuat semangat kerja bertambah secara
tidak langsung produktivitas kerja dapat meningkat.
Ketrampilan dan produktivitas seseorang berkembang melalui didalam
pekerjaan. Ketrampilan tertentu yang tidak diterapkan dalam jangka waktu
cukup lama dapat menurun atau menghilang. Sebaliknya ketrampilan
yang diterapkan secara terus menerus dapat berkembang,
Peningkatan produktivitas dalam masyarakat erat kaitannya dengan upaya
perluasan kesempatan kerja yang menjamin bahwa setiap orang yang ingin
bekerja memperoleh pekerjaan sesuai dengan kemampuannya
Faktor-Faktor Penentu Produktivitas
Menurut Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah (2003 : 200-201), mengatakan
bahwa ada beberapa faktor yang menentukan besar kecilnya produktivitas,
antara lain:
Knowledge
Pengetahuan merupakan akumulasi hasil proses pendidikan baik yang
diperoleh secara formal maupun non formal yang memberikan kontribusi
pada seseorang di dalam pemecahan masalah, daya cipta, termasuk
dalam melakukan atau menyelesaikan pekerjaan. Dengan pengetahuan yang luas
dan pendidikan yang tinggi, seorang pegawai diharapkan mampu
melakukan pekerjaan dengan baik dan produktif.
Skills
Ketrampilan adalah kemampuan dan penguasaan teknis operasional
mengenai bidang tertentu, yang bersifat kekaryaan. Ketrampilan diperoleh
melalui proses belajar dan berlatih. Ketrampilan berkaitan dengan
kemampuan seseorang untuk melakukan atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis. Dengan ketrampilan yang dimiliki seorang
karyawan diharapkan mampu menyelesaikan pekerjaan secara produktif.
Abilities
Abilities atau kemampuan terbentuk dari sejumlah kompetensi yang dimilki
oleh seorang karyawan. Konsep ini jauh lebih luas, karena dapat mencakup
sejumlah kompetensi. Pengetahuan dan ketrampilan termasuk faktor
pembentuk kemampuan. Dengan demikian apabila seseorang
mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi, diharapkan memilki
ability yang tinggi pula.
Attitude
Attitude merupakan suatu kebiasaan yang terpolakan. Jika kebiasaan yang
erpolakan tersebut memiliki implikasi positif dalam hubungannya dengan
perilaku kerja seseorang maka akan menguntungkan. Artinya apabila
kebiasaan-kebiasaan karyawan adalah baik, maka hal tersebut dapat
menjamin perilaku kerja yang baik pula. Dapat dicontohkan seorang
karyawan mempunyai kebiasaan tepat waktu, disiplin, simple, maka
perilaku kerja juga baik, apabila diberi tanggung jawab akan menepati
aturan dan kesepakatan.
Behaviors
Demikian dengan perilaku manusia juga akan ditentukan oleh kebiasaan
kebiasaan yang telah tertanam dalam diri pegawai sehingga dapat mendukung
kerja yang efektif atau sebaliknya. Dengan kondisi pegawai tersebut,
maka produktivitas dapat dipastikan akan dapat terwujud.
Pengetahuan dan ketrampilan sesungguhnya yang mendasari
pencapaian produktivitas. Ada perbedaan substansial antara pengetahuan
dan ketrampilan. Konsep pengetahuan lebih berorientasi pada intelejensi,
daya pikir dan penguasaan ilmu serta luas sempitnya wawasan yang
dimiliki seseorang. Dengan demikian pengetahuan adalah merupakan
akumulasi hasil proses pendidikan baik yang diperoleh secara formal
maupun non formal yang memberikan kontribusi pada seseorang di
dalam pemecahan masalah, daya cipta, termasuk dalam melakukan
atau menyelesaikan pekerjaan. Dengan pengetahuan yang luas dan
pendidikan tinggi, seorang karyawan diharapkan mampu melakukan
pekerjaan dengan baik dan produktif.
Pengukuran Produktivitas Kerja
Untuk mengetahui produktivitas kerja dari setiap karyawan maka perlu
dilakukan sebuah pengukuran produktivitas kerja. Pengukuran produktivitas
tenaga kerja menurut sistem pemasukan fisik perorang atau perjam kerja orang
ialah diterima secara luas, dengan menggunakan metode pengukuran waktu
tenaga kerja (jam, hari atau tahun).
Pengukuran diubah ke dalam unit-unit pekerja yang diartikan sebagai
jumlah kerja
yang dapat dilakukan dalam satu jam oleh karyawan yang bekerja menurut
pelaksanakanstandar. (Muchdarsyah Sinungan ,2005: 262 dalam jurnal GD. Wayan Darmadi).
faktor-faktor yang digunakan dalam pengukuran produktivitas kerja meliputi
kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan waktu:
Kuantitas kerja adalah merupakan suatu hasil yang dicapai oleh karyawan dalam jumlah
tertentu dengan perbandingan standar ada atau ditetapkan oleh perusahan.
Kualitas kerja adalah merupakan suatu standar hasil yang berkaitan dengan mutu dari
suatu produk yang dihasilkan oleh karyawan dalam hal ini merupakan suatu kemampuan
karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan secara teknis dengan perbandingan standar
yang ditetapkan oleh perusahaan.
Ketepatan waktu merupakan tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada awal waktu
yang ditentukan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta
memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.
Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2009: 94), mengemukakan cara pengukuran
produktivitas sebagai berikut:
Dimana:
O = output atau hasil
N =Jam/hari kerja nyata
H = jumlah tenaga kerja
Dalam Muchdarsyah Sinungan (2003: 23) secara umum pengukuran produktivitas
berarti perbandingan yang dapat dibedakan dalam tiga jenis yang sangat berbeda.
Perbandingan-perbandingan antara pelaksanaan sekarang dengan pelaksanaan secara
historis yang tidak menunjukan apakah pelaksanaan sekarang ini memuaskan namun
hanya mengetengahkan apakah meningkat atau berkurang serta tingkatannya.
Perbandingan pelaksanaan antara satu unit (perorangan tugas, seksi, proses)
dengan lainnya. Pengukuran seperti itu menunjukan pencapaian relatif.
Perbandingan pelaksanaan sekarang dengan targetnya dan inilah yang terbaik
sebagai memusatkan perhatian pada sasaran/tujuan.
Untuk menyusun perbandingan – perbandingan ini perlula mempertimbangkan
tingkatan daftar susunan dan perbandingan pengukuran produktivitas.
Paling sedikit ada dua jenis tingkat perbandingan yang berbeda, yakni
produktivitas total dan produktivitas parsial.
Pengukuran produktivitas kerja ini mempunyai peranan penting untuk
mengetahui produktivitas kerja dari para karyawan sehingga dapat diketahui
sejauh mana produktivitas yang dapat dicapai oleh karyawan. Selain itu
pengukuran produktivitas juga dapat digunakan sebagai pedoman bagi para
manajer untuk meningkatkan produktivitas kerja sesuai dengan apa yang
diharapkan oleh perusahaan.
Manfaat dari Penilaian Produktivitas Kerja
Menurut Muchdarsyah Sinungan (2005: 126). Adapun manfaat dari pengukuran
produktivitas kerja adalah sebagai beikut:
Umpan balik pelaksanaan kerja untuk memperbaiki produktivitas kerja karyawan.
Evaluasi produktivitas kerja digunakan untuk penyelesaian misalnya:
Untuk keputusan-keputusan penetapan, misalnya: promosi, transfer dan demosi.
Untuk kebutuhan latihan dan pengembangan.
Untuk perencanaan dan pengembangan karier.
Untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan proses staffing.
Untuk mengetahui ketidak akuratan informal.
Untuk memberikan kesempatan kerja yang adil
Cara Mempertinggi Produktivitas Kerja Karyawan
Pentingnya arti produktivitas dalam meningkatkan kesejahteraan nasional telah disadari secara menyeluruh. Tidak ada jenis kegiatan manusia yang tidak mendapat keuntungan dari produktivitas kerja yang ditingkatkan sebagai kekuatan untuk menghasilkan lebih banyak barang maupun jasa. Peningkatan produktivitas kerja karyawan harus memperhatikan perbandingan antara pengorbanan dengan penghasilan. Semakin kecil pengorbanan yang diperlukan untuk mencapai suatu target penghasilan akan dikatakan semakin produktif, sebaliknya semakin tinggi prasyarat yang diperlukan untuk mencapai penghasilan tertentu akan dikatakan kurang produktif.
Menurut T. Hani Handoko (2000: 213) secara lebih spesifik menjelaskan tentang langkah-langkah untuk meningkatkan produktivitas kerja sebagai berikut:
Mengembangkan ukuran-ukuran produktivitas pada seluruh tingkat organisasi.
Menetapkan tujuan-tujuan peningkatan produktivitas dalam konteks ukuran- ukuran yang ditetapkan. Tujuan-tujuan produktivitas ini hendaknya realistik dan mempunyai batasan waktu.
Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan tujuan.
Mengimplementasikan rencana
mengukur hasil-hasil. Langkah ini memerlukan pengumpulan data
dan penilaian kemajuan periodik dalam pencapaian korelatif akan
diperlukan atau tujuan harus direvisi.
Indikator Produktivitas Kerja
Seperti dijelaskan Simamora ( 2004: 612). Faktor – faktor yang digunakan
dalam pengukuran produktivitas kerja meliputi kuantitas kerja, kualitas kerja
dan ketepatan waktu. Dalam penelitian ini peneliti mengukur produktivitas
kerja dengan menggunakan indicator – indicator dibawah ini:
Kuantitas kerja
Kualitas kerja
Ketepatan waktu
Kerangka Pikir Penelitian
Hasil Penelitian terdahulu
1. Penelitian yang dilakukan oleh Siti Masfufah Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2010 Pengaruh kemampuan individu terhadap Produktivitas kerja karyawan (studi pada pt pg rajawali i unit pg. Krebet baru bululawang Malang) Dari Uji t (parsial) dapat dilihat bahwa berdasarkan hasil analisis data terbukti bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan fisik (X1) terhadap produktivitas kerja karyawan PG. Krebet Baru, dapat disimpulkan bahwa secara parsial kemampuan fisik tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Sedangkan pada kemampuan intelektual (X2) mempunyai pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada PG. Krebet Baru Malang. Karena penelitian dilakukan pada masa tutup giling saja, sehingga responden yang di ambil sebagian besar adalah karyawan dari bagian tata usaha kantor yang cenderung menggunakan kemampuan intelektualnya dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dari uji F (serentak) ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan individu yang meliputi kemampuan fisik dan kemampuan intelektual terhadap produktivitas kerja karyawan PG. Krebet Baru Malang secara simultan diterima. Sehingga diketahui bahwa kemampuan individu seorang karyawan membawa pengaruh terhadap produktivitas kerjanya. Faktor kemampuan individu yang paling dominan adalah kemampuan intelektual (X2) dengan kontribusi sebesar 4,28 %, jika dibandingkan dengan X1 yang memiliki kontribusi sebesar 2,62 % . Secara bersama-sama kemampuan individu karyawan yang meliputi kemampuan fisik dan kemampuan intelektual berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Namun yang lebih dominan pengaruhnya adalah kemampuan intelektual karyawan. Oleh karena itu, diharapkan PG. Krebet Baru Malang terus memantau perkembangan diri karyawan baik secara langsung ataupun tidak, guna peningkatan produktivitas kerja kedepannya.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Ibriati Kartika Alimuddin fakultas ekonomi dan bisnis universitas hasanuddin Makassar 2012 dengan judul Pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Telkom indonesia, tbk cabang makassar Dari hasil analisis, diperoleh hasil bahwa motivasi eksternal (Kondisi Kerja, Atasan yang Baik, Jaminan Financial dan Sosial) memberikan pengaruh terhadap produktivitas kinerja perusahaan. Sedangkan analisis yang diperoleh dari motivasi internal ( Pekerjaan yang Menyenangkan, Pekerjaan yang Menantang, dan Pekerjaan yang Menarik) memberikan pengaruh terhadap produktivitas. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan terbukti. Motivasi eksternal dan internal berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan uji koefisien determinasi, yakni sebesar 47% kinerja karyawan dipengaruhi oleh variasi kedua variabel yang digunakan dalam penelitian, sisanya 53% dipengaruhi oleh faktor lain. Motivasi eksternal lebih dominan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi motivasi eksternal lebih besar dibanding motivasi internal. Motivasi eksternal yang paling dominan mempengaruhi produktivitas adalah komunikasi yang baik antara karyawan dan atasan/sedangkan motivasi internal adalah prestasi kerja yang dimiliki, berdasarkan dari penelitian yang di lakukan.
Kerangka Pikir Penelitian
Variabel – variabel Penelitian

0 Comments