BAB I Skripsi Tentang Produktivitas Kerja Karyawan di PT Roko Seribu Satu 1001 Alami Pamekasan

BAB I

PENDAHULUAN

  1.  Latar Belakang

Persaingan dunia usaha saat ini semakin kompetitif,

karena itu setiap perusahaan harus mampu mengatur dan mengolah semua

sumber daya yang dimilikinya dengan efektif dan efisien agar tetap dapat

bertahan hidup dan berkembang. Salah satu contoh dari sumber daya

perusahaan tersebut adalah tenaga kerja atau karyawan. Setiap perusahaan

pasti mengharapkan tenaga kerja atau karyawannya memberikan hasil yang

maksimal di dalam bekerja. Hal ini dapat dilihat dari produkifitas kerjanya

yang tinggi. Oleh karena itu perusahaan harus berusaha melakukan

tindakan-tindakan yang menyebabkan tenaga kerja atau karyawannya mau

mewujudkan harapan tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan

oleh perusahaan adalah dengan mencari tahu faktor-faktor apa yang

mempengaruhi peningkatan produktifitas kerja karyawan tersebut,

kemudian mengambil tindakan untuk meningkatkan produktifitas kerja

karyawannya

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan produktifitas kerja

karyawan. Salah satu dari faktor-faktor tersebut adalah dengan cara melihat

kuantitas hasil dari produksi (output) karyawan dan ketepatan waktunya

dalam memproduksi barang diperusahaan tersebu sehingga nantinya bisa

menjadi tolak ukur atau output bagi perusahaan untuk menilai tingkat

produktivitas per karyawan.

Setiap perusahaan berupaya untuk mendapatkan karyawan yang dapat

memberikan prestasi kerjanya dalam bentuk produktivitas kerja setinggi

mungkin untuk mewujudkan tujuan perusahaan.

Produktivitas secara teori mengandung arti pandangan hidup dan sikap

mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan,

sedangkan produktivitas dalam definisi kerja merupakan perbandingan

antara hasil yang dicapai (keluaran) dengan keseluruhan sumber daya

(masukan) yang dipergunakan per satuan waktu. Seorang karyawan dapat

dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai

dengan yang diharapkan dalam waktu singkat atau tepat. Dengan

meningkatkan produktivitas diharapkan akan tercapai tujuan dari perusahaan

serta dapat meningkatkan barang atau jasa yang dihasilkan.

Tingkat yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan tentunya berbeda

meskipun sebagian dari mereka sudah mencapai tingkat kepuasan dari hasil

kinerjanya sendiri. kinerja yang di inginkan oleh perusahaan adalah bagaimana

karyawan tersebut bekerja secara maksimal sehingga tingkat produktivitasnya

akan  tinggi, tapi bagaimanakah dengan karyawan yang baru, atau bagi karyawan

yang telah menjadi bagian dari perusahaan itu, apakah mereka bisa dengan

cepat mencapai produktivitas kerja jika tanpa ada penilaian baik yang bersifat

kuantitas atau kualitas dari pihak manajeman perusahaan. produktivitas kerja

karyawan Di PT. Seribu Satu Alami yang bergerak dalam bidang industry rokok

Madura dan salah satu merek rokok yang diproduksi adalah 1001 Alami.

PT. Seribu Satu Alami merupakan salah satu perusahaan rokok didaer Kabupaten

Pamekasan. Perusahaan ini mengusahakan komoditi tembakau sendiri

yang akan dijadikan sebagai bahan baku untuk memproduksi rokok.

Tanaman tembakau merupakan salah satu dari sekian banyak

komoditas perkebunan yang diusahakan di Indonesia. Komoditas

tersebut merupakan komoditas yang penting bagi perekonomian Indonesia.

Tanaman tembakau (Nicotiana tobaccum L.) termasuk golongan

tanaman semusin. Di dunia pertanian tembakau tergolong tanaman

perkebunan, tapi bukan merupakan kelompok tanaman pangan.

Tembakau dimamfaatkan daunnya sebagai bahan pembuatan rokok.

Tembakau adalah salah satu komoditas penting di Indonesia.

Daun tembakau digunakan sebagai bahan baku rokok, baik dengan

menggunakan pipa maupun digulung dalam bentuk rokok atau cerutu.

Kebutuhan pabrik rokok akan tembakau yang besar tidak diimbangi

oleh hasil panen tembakau. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan

hasil tanaman tembakau. Dengan adanya potensi yang dilihat dari

komoditas tembakau di dalam perindustrian di Indonesia, muncul

ketertarikan untuk mempelajari manajeman tanaman serta menerapkan

fungsi operatif manajeman produksi untuk lebih meningkatkan

produktivitas perusahaan dan karyawan PT. Seribu Satu

Alami-Kabupaten Pamekasan Madura.

Dan apabila karyawan PT. Seribu Satu Alami bekerja sangat giat

dengan berasumsi bahwa semua sumber daya perusahaan lainnya

turut mendukung, maka akan terlihat  produktifitas kerja karyawan

akan meningkat.

Dari data yang didapat oleh peneliti terkait penerapan fungsi operatif

manajeman produksi, maka tingkatan atau perbedaan kuantitas dan

ketepatan waktu karyawan dalam bekerja terutama bagi karyawan

yang berorientasi baru masih perlu di tingkatkan lagi supaya

tingkat produktivitasnya bisa mengembangi karyawan yang lama,

sehingga profitabilitas perusahaan juga akan meningkat.

Oleh karena itu penulis sangat tertarik untuk mengangkat judul,

“Produktivitas Kerja Karyawan di PT. Seribu Satu Alami Kabupaten

Pamekasan – Madura.

  1. Perumusan Masalah

Untuk suatu upaya yang dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan

dan perusahaan adalah dengan meningkatkan kinerja produksi karyawan.

Berdasarkan uraian diatas, maka yang menjadi rumusan  permasalahannya  adalah :

  1. Adakah perbedaan secara parsial dan signifikan antara produktivitas kerja karyawan yang lama dengan karyawan yang baru bekerja di PT. Seribu Satu Alami ?

  2. Seberapa tinggi tingkat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan lama dan karyawan baru di PT. Seribu Satu Alami?

  1.    Tujuan Penelitian

Tujuan  dari  penelitian   yang  hendak  menjawab  permasalahan  diatas  adalah  :

  1. Untuk mengetahui perbedaan secara parsial dan signifikan antara produktivitas kerja karyawan yang lama dengan karyawan yang baru bekerja di PT. Seribu Satu Alami ?

  2. tinggi tingkat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan lama dan karyawan baru di PT. Seribu Satu Alami?

  1.    Manfaat Penelitian

Mamfaat dari penelitian ini diantaranya :

  1. Kontribusi Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan oleh di PT. Seribu Satu Alami sebagai bahan  masukan untuk lebih meningkatkan produktivitas kerja karyawan.

  1. Kontribusi Teoritis

Dengan adanya  penelitian  ini  dapat menambah pengetahuan sebagai bekal dalam rangka menerapkan dan mengembangkan ilmu  pengetahuan khususnya tentang manajeman untuk diterapkan dalam dunia kerja yang sesungguhnya.

1.4.3.  Kontribusi akademis

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan referensi bacaan bagi semua pihak yang membutuhkannya

  1.    Ruang Lingkup Penelitian

Adapun ruang lingkup dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.5.1.  Sejauh mana tingkat perbedaan antara produktivitas kerja karyawan yang

lama dengan karyawan yang baru bekerja di PT. Seribu Satu Alami ?

Sehingga dari ruang lingkup diatas maka peneliti membatasi permasalahan

dalam penelitian ini yaitu terkait fungsi operatif manajeman produksi sumber

daya manusia yaitu produktivitas kerja dibagian produksi hanya di

PT. Seribu Satu Alami Kec. Kadur Kabupaten Pamekasan-Madura.

BAB II

TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESI

  1. Penelitian Terdahulu

Penelitian yang dilakukan oleh Siti Masfufah Fakultas Ekonomi Jurusan

Manajemen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2010.

Dengan judul Pengaruh kemampuan individu terhadap Produktivitas kerja

karyawan (studi pada pt pg rajawali i unit pg. Krebet baru bululawang Malang)

Dari Uji t (parsial) dapat dilihat bahwa berdasarkan hasil analisis data terbukti

bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan fisik (X1)

terhadap produktivitas kerja karyawan PG. Krebet Baru, dapat disimpulkan

bahwa secara parsial kemampuan fisik tidak mempunyai pengaruh yang

signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Sedangkan pada kemampuan

intelektual (X2) mempunyai pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan

pada PG. Krebet Baru Malang. Karena penelitian dilakukan pada masa tutup

giling saja, sehingga responden yang di ambil sebagian besar adalah karyawan dari

bagian tata usaha kantor yang cenderung menggunakan kemampuan intelektualnya

dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dari uji F (serentak) ada pengaruh yang

signifikan antara kemampuan individu yang meliputi kemampuan fisik dan

kemampuan intelektual terhadap produktivitas kerja karyawan PG.

Krebet Baru Malang secara simultan diterima.

Sehingga diketahui bahwa kemampuan individu seorang karyawan membawa

pengaruh terhadap produktivitas kerjanya. Faktor kemampuan individu yang

paling dominan adalah kemampuan intelektual (X2) dengan kontribusi sebesar 4,28 %,

jika dibandingkan dengan X1 yang memiliki kontribusi sebesar 2,62 % .

Secara bersama-sama kemampuan individu karyawan yang meliputi kemampuan

fisik dan kemampuan intelektual berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan.

Namun yang lebih dominan pengaruhnya adalah kemampuan intelektual karyawan.

Oleh karena itu, diharapkan PG. Krebet Baru Malang terus memantau perkembangan

diri karyawanbaik secara langsung ataupun tidak, guna peningkatan produktivitas kerja

kedepannya.

  1. Produktivitas 

  1. Pengertian Produktivitas

Setiap perusahaan selalu berusaha agar karyawan bisa berprestasi dalam bentuk

memberikan produktivitas kerja yang maksimal. Produktivitas kerja karyawan bagi

suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam

menjalankan usaha. Karena semakin tinggi produktivitas kerja karyawan dalam

perusahaan, berarti laba perusahaan dan produktivitas akan meningkat. 

Pada dasarnya produktivitas adalah merupakan jumlah hasil yang dicapai

seorang pekerja atau faktor produksi yang lain dalam jangka waktu tertentu.

Untuk dapat mengetahui lebih jelas mengenai produktivitas kerja karyawan. 

Menurut Payaman J. Simanjuntak, produktivitas mengandung pengertian

filosofis yaitu definisi kerja dan teknik operasional. Secara filosofis

mengandung makna pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha

meningkatkan mutu kehidupan. Pandangan hidup dan sikap mental yang demikian

akan mendorong manusia untuk tidak cepat puas, sehingga akan terus

mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan kerja.

Untuk definisi produktivitas, produktivitas merupakan perbandingan antara hasil

yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya

(input) yang dipergunakan persatuan waktu. Secara umum produktivitas diartikan

sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik (barang dan jasa) dengan

masukan yang sebelumnya. 

Sedangkan menurut L. Mathis dan Jackson (2006 : 69)

dalam bukunya Human Resource Management, Produktivitas (productivity)

diartikan sebagai ukuran atas kuantitas dan kualitas dari pekerjaan yang diselesaikan

dengan mempertimbangkan biaya dari sumber daya yang digunakan. International Labour Organization (ILO) yang dikutip oleh Malayu S.P Hasibuan (2005: 127) mengungkapkan bahwa secara lebih sederhana maksud dari produktivitas adalah perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang dipergunakan selama produksi berlangsung, Sumber tersebut dapat berupa:

  1. Tanah

  2. Bahan baku dan bahan pembantu

  3. Pabrik, mesin-mesin dan alat-alat

  4. Tenaga kerja

Produktivitas adalah ukuran sampai sejauh mana sebuah kegiatan mampu

mencapai target kuantitas dan kualitas yang telah ditetapkan (Erni Tisnawati

Sule & Kurniawan Saefullah, 2005:369)

Konsep produktivitas pada dasarnya dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu

dimensi individu dan dimensi organisasi. Pengkajian masalah produktivitas

dari dimensi individu tidak lain melihat produktivitas terutama dalam

hubungannya dengan karakteristik – karakteristik kepribadian individu.

Dalam konteks ini esensi pengertian produktivitas adalah sikap mental yang

selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih

baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

(Kusnendi, 2003:8)

Muchdarsyah Sinungan juga mengisyaratkan dua kelompok syarat bagi

produktivitas perorangan yang tinggi:

  1. Kelompok pertama

  1. Tingkat pendidikan dan keahlian

  2. Jenis teknologi dan hasil produksi

  3. Kondisi kerja

  4. Kesehatan, kemampuan fisik dan mental

  1. Kelompok kedua

  1. Sikap mental (terhadap tugas), teman sejawat dan pengawas

  2. Keaneka ragam tugas

  3. Sistem insentif (sistem upah dan bonus)

  4. Kepuasan kerja

Sementara itu ditinjau dari dimensi keorganisasian, konsep produktivitas secara keseluruhan merupakan dimensi lain dari pada upaya mencapai kualitas dan kuantitas suatu proses kegiatan berkenaan dengan bahasan ilmu ekonomi. Oleh karena itu, selalu berorientasi kepada bagaimana berpikir dan bertindak untuk mendayagunakan sumber masukan agar mendapat hasil yang optimum. Dengan demikian konsep produktivitas dalam pandangan ini selalu ditempatkan pada kerangka hubungan teknis antara masukan (input) dan keluaran (output).

Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai pekerja dengan unit faktor produksi dalam kerjanya agar bekerja lebih giat dan lebih keras lagi.

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja,

Dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja karyawan di suatu perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan tersebut. Banyak factor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan baik yang
berhubungan dengan tenaga kerja itu sendiri maupun faktor-faktor yang berhubungan dengan lingkungan perusahaan dan kebijakan pemerintah secara keseluruhan.

Faktor – faktor  yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan perusahaan

dapat digolongkan pada dua kelompok, yaitu:

  1. Yang menyangkut kualitas dan kemampuan fisik karyawan yang meliputi:

  2. tingkat pendidikan, latihan, motivasi kerja, etos kerja, mental dan kemampuan

  3. fisik karyawan

  4. Sarana pendukung, meliputi: Lingkungan kerja, meliputi: produksi, sarana

  5. dan peralatan produksi, tingkat keselamatan dan kesejahteraan kerja.

Sedangkan menurut Muchdarsyah (dalam Yuli Tri Cahyono dan Lestiyana Indira

M, 2007: 227) menyebutkan bahwa yang dapat mempengaruhi produktivitas

kerja adalah sebagai berikut:

  1. Tenaga kerja

Kenaikan sumbangan tenaga kerja pada produktivitas adalah karena adanya

tenaga kerja yang lebih sehat, lebih terdidik dan lebih giat.

Produktivitas dapat meningkat karena hari kerja yang lebih pendek.

Imbalan dari pengawas dapat mendorong karyawan lebih giat dalam

mencapai prestasi. Dengan demikian jelas bahwa tenaga kerja berperan penting

dalam produktivitas. 

  1. Seni serta ilmu manajemen 

Manajemen adalah faktor produksi dan sumber daya ekonomi, sedangkan seni

adalah pengetahuan manajemen yang memberikan kemungkinan

peningkatan produktivitas. Manajemen termasuk perbaikan melalui

penerapan teknologi dan pemanfaatan pengetahuan yang memerlukan pendidikan

dan penelitian.

  1. Modal

Modal merupakan landasan gerak suatu usaha perusahaan, karena dengan

modal perusahaan dapat menyediakan peralatan bagi karyawan yaitu untuk

membantu melakukan pekerjaan dalam meningkatkan produktivitas kerja.

Fasilitas yang memadai akan membuat semangat kerja bertambah secara

tidak langsung produktivitas kerja dapat meningkat.

Ketrampilan dan produktivitas seseorang berkembang melalui didalam

pekerjaan. Ketrampilan tertentu yang tidak diterapkan dalam jangka waktu

cukup lama dapat menurun atau menghilang. Sebaliknya ketrampilan

yang diterapkan secara terus menerus dapat berkembang,

Peningkatan produktivitas dalam masyarakat erat kaitannya dengan upaya

perluasan kesempatan kerja yang menjamin bahwa setiap orang yang ingin

bekerja memperoleh pekerjaan sesuai dengan kemampuannya

  1. Faktor-Faktor Penentu Produktivitas

Menurut Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah (2003 : 200-201), mengatakan

bahwa ada beberapa faktor yang menentukan besar kecilnya produktivitas,

antara lain:

  1. Knowledge

Pengetahuan merupakan akumulasi hasil proses pendidikan baik yang

diperoleh secara formal maupun non formal yang memberikan kontribusi

pada seseorang di dalam pemecahan masalah, daya cipta, termasuk

dalam melakukan atau menyelesaikan pekerjaan. Dengan pengetahuan yang luas

dan pendidikan yang tinggi, seorang pegawai diharapkan mampu

melakukan pekerjaan dengan baik dan produktif.

  1. Skills

Ketrampilan adalah kemampuan dan penguasaan teknis operasional

mengenai bidang tertentu, yang bersifat kekaryaan. Ketrampilan diperoleh

melalui proses belajar dan berlatih. Ketrampilan berkaitan dengan

kemampuan seseorang untuk melakukan atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis. Dengan ketrampilan yang dimiliki seorang

karyawan diharapkan mampu menyelesaikan pekerjaan secara produktif.

  1. Abilities

Abilities atau kemampuan terbentuk dari sejumlah kompetensi yang dimilki

oleh seorang karyawan. Konsep ini jauh lebih luas, karena dapat mencakup

sejumlah kompetensi. Pengetahuan dan ketrampilan termasuk faktor

pembentuk kemampuan. Dengan demikian apabila seseorang

mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi, diharapkan memilki

ability yang tinggi pula.

  1. Attitude

Attitude merupakan suatu kebiasaan yang terpolakan. Jika kebiasaan yang

erpolakan tersebut memiliki implikasi positif dalam hubungannya dengan

perilaku kerja seseorang maka akan menguntungkan. Artinya apabila

kebiasaan-kebiasaan karyawan adalah baik, maka hal tersebut dapat

menjamin perilaku kerja yang baik pula. Dapat dicontohkan seorang

karyawan mempunyai kebiasaan tepat waktu, disiplin, simple, maka

perilaku kerja juga baik, apabila diberi tanggung jawab akan menepati

aturan dan kesepakatan.

  1. Behaviors

Demikian dengan perilaku manusia juga akan ditentukan oleh kebiasaan

kebiasaan yang telah tertanam dalam diri pegawai sehingga dapat mendukung

kerja yang efektif atau sebaliknya. Dengan kondisi pegawai tersebut,

maka produktivitas dapat dipastikan akan dapat terwujud.

Pengetahuan dan ketrampilan sesungguhnya yang mendasari

pencapaian produktivitas. Ada perbedaan substansial antara pengetahuan

dan ketrampilan. Konsep pengetahuan lebih berorientasi pada intelejensi,

daya pikir dan penguasaan ilmu serta luas sempitnya wawasan yang

dimiliki seseorang. Dengan demikian pengetahuan adalah merupakan

akumulasi hasil proses pendidikan baik yang diperoleh secara formal

maupun non formal yang memberikan kontribusi pada seseorang di

dalam pemecahan masalah, daya cipta, termasuk dalam melakukan

atau menyelesaikan pekerjaan. Dengan pengetahuan yang luas dan

pendidikan tinggi, seorang karyawan diharapkan mampu melakukan

pekerjaan dengan baik dan produktif.

  1. Pengukuran Produktivitas Kerja

Untuk mengetahui produktivitas kerja dari setiap karyawan maka perlu

dilakukan sebuah pengukuran produktivitas kerja. Pengukuran produktivitas

tenaga kerja menurut sistem pemasukan fisik perorang atau perjam kerja orang

ialah diterima secara luas, dengan menggunakan metode pengukuran waktu

tenaga kerja (jam, hari atau tahun).

Pengukuran diubah ke dalam unit-unit pekerja yang diartikan sebagai

jumlah kerja

yang dapat dilakukan dalam satu jam oleh karyawan yang bekerja menurut

pelaksanakanstandar. (Muchdarsyah Sinungan ,2005: 262 dalam jurnal GD. Wayan Darmadi).

faktor-faktor yang digunakan dalam pengukuran produktivitas kerja meliputi

kuantitas kerja, kualitas kerja dan ketepatan waktu:

  1. Kuantitas kerja adalah merupakan suatu hasil yang dicapai oleh karyawan dalam jumlah

  2. tertentu dengan perbandingan standar ada atau ditetapkan oleh perusahan.

  3. Kualitas kerja adalah merupakan suatu standar hasil yang berkaitan dengan mutu dari

  4. suatu produk yang dihasilkan oleh karyawan dalam hal ini merupakan suatu kemampuan

  5. karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan secara teknis dengan perbandingan standar

  6. yang ditetapkan oleh perusahaan.

  7. Ketepatan waktu merupakan tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada awal waktu

  8. yang ditentukan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta

  9. memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.

                   Ketepatan waktu diukur dari persepsi karyawan terhadap suatu aktivitas yang
disediakan diawal waktu sampai menjadi output.

Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2009: 94), mengemukakan cara pengukuran

produktivitas sebagai berikut:

Dimana: 

O = output atau hasil

N =Jam/hari kerja nyata

H = jumlah tenaga kerja

Dalam Muchdarsyah Sinungan (2003: 23) secara umum pengukuran produktivitas

berarti perbandingan yang dapat dibedakan dalam tiga jenis yang sangat berbeda.

  1. Perbandingan-perbandingan antara pelaksanaan sekarang dengan pelaksanaan secara

  2. historis yang tidak menunjukan apakah pelaksanaan sekarang ini memuaskan namun

  3. hanya mengetengahkan apakah meningkat atau berkurang serta  tingkatannya.

  4. Perbandingan pelaksanaan antara satu unit (perorangan tugas, seksi, proses)

  5. dengan lainnya. Pengukuran seperti itu menunjukan pencapaian relatif.

  6. Perbandingan pelaksanaan sekarang dengan targetnya dan inilah yang terbaik

  7. sebagai memusatkan perhatian pada sasaran/tujuan.

Untuk menyusun perbandingan – perbandingan ini perlula mempertimbangkan

tingkatan daftar susunan dan perbandingan pengukuran produktivitas.

Paling sedikit ada dua jenis tingkat perbandingan yang berbeda, yakni

produktivitas total dan produktivitas parsial.

Pengukuran produktivitas kerja ini mempunyai peranan penting untuk

mengetahui produktivitas kerja dari para karyawan sehingga dapat diketahui

sejauh mana produktivitas yang dapat dicapai oleh karyawan. Selain itu

pengukuran produktivitas juga dapat digunakan sebagai pedoman bagi para

manajer untuk meningkatkan produktivitas kerja sesuai dengan apa yang

diharapkan oleh perusahaan.

  1. Manfaat dari Penilaian Produktivitas Kerja

Menurut Muchdarsyah Sinungan (2005: 126). Adapun manfaat dari pengukuran

produktivitas kerja adalah sebagai beikut:

  1. Umpan balik pelaksanaan kerja untuk memperbaiki produktivitas kerja karyawan.

  2. Evaluasi produktivitas kerja digunakan untuk penyelesaian misalnya:

                    pemberian bonus dan bentuk kompensasi lainnya.
  1. Untuk keputusan-keputusan penetapan, misalnya: promosi, transfer dan demosi.

  2. Untuk kebutuhan latihan dan pengembangan.

  3. Untuk perencanaan dan pengembangan karier.

  4. Untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan proses staffing.

  5. Untuk mengetahui ketidak akuratan informal.

  6. Untuk memberikan kesempatan kerja yang adil

  1. Cara Mempertinggi Produktivitas Kerja Karyawan

Pentingnya arti produktivitas dalam meningkatkan kesejahteraan nasional telah disadari secara menyeluruh. Tidak ada jenis kegiatan manusia yang tidak mendapat keuntungan dari produktivitas kerja yang ditingkatkan sebagai kekuatan untuk menghasilkan lebih banyak barang maupun jasa. Peningkatan produktivitas kerja karyawan harus memperhatikan perbandingan antara pengorbanan dengan penghasilan. Semakin kecil pengorbanan yang diperlukan untuk mencapai suatu target penghasilan akan dikatakan semakin produktif, sebaliknya semakin tinggi prasyarat yang diperlukan untuk mencapai penghasilan tertentu akan dikatakan kurang produktif.

Menurut T. Hani Handoko (2000: 213) secara lebih spesifik menjelaskan tentang langkah-langkah untuk meningkatkan produktivitas kerja sebagai berikut: 

  1. Mengembangkan ukuran-ukuran produktivitas pada seluruh tingkat organisasi.

  2. Menetapkan tujuan-tujuan peningkatan produktivitas dalam konteks ukuran- ukuran yang ditetapkan. Tujuan-tujuan produktivitas ini hendaknya realistik dan mempunyai batasan waktu.

  3. Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan tujuan.

  4. Mengimplementasikan rencana

mengukur hasil-hasil. Langkah ini memerlukan pengumpulan data

dan penilaian kemajuan periodik dalam pencapaian korelatif akan

diperlukan atau tujuan harus direvisi.

  1. Indikator Produktivitas Kerja

Seperti dijelaskan Simamora ( 2004: 612). Faktor – faktor  yang digunakan

dalam pengukuran produktivitas kerja meliputi kuantitas kerja, kualitas kerja

dan ketepatan waktu. Dalam penelitian ini peneliti mengukur produktivitas

kerja dengan menggunakan indicator – indicator dibawah ini:

  1. Kuantitas kerja 

  2. Kualitas kerja 

  3. Ketepatan waktu


  1. Kerangka Pikir Penelitian

Hasil Penelitian terdahulu

1.  Penelitian yang dilakukan oleh Siti Masfufah Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2010 Pengaruh kemampuan individu terhadap Produktivitas kerja karyawan (studi pada pt pg rajawali i unit pg. Krebet baru bululawang Malang) Dari Uji t (parsial) dapat dilihat bahwa berdasarkan hasil analisis data terbukti bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan fisik (X1) terhadap produktivitas kerja karyawan PG. Krebet Baru, dapat disimpulkan bahwa secara parsial kemampuan fisik tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Sedangkan pada kemampuan intelektual (X2) mempunyai pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada PG. Krebet Baru Malang. Karena penelitian dilakukan pada masa tutup giling saja, sehingga responden yang di ambil sebagian besar adalah karyawan dari bagian tata usaha kantor yang cenderung menggunakan kemampuan intelektualnya dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dari uji F (serentak) ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan individu yang meliputi kemampuan fisik dan kemampuan intelektual terhadap produktivitas kerja karyawan PG. Krebet Baru Malang secara simultan diterima. Sehingga diketahui bahwa kemampuan individu seorang karyawan membawa pengaruh terhadap produktivitas kerjanya. Faktor kemampuan individu yang paling dominan adalah kemampuan intelektual (X2) dengan kontribusi sebesar 4,28 %, jika dibandingkan dengan X1 yang memiliki kontribusi sebesar 2,62 % . Secara bersama-sama kemampuan individu karyawan yang meliputi kemampuan fisik dan kemampuan intelektual berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Namun yang lebih dominan pengaruhnya adalah kemampuan intelektual karyawan. Oleh karena itu, diharapkan PG. Krebet Baru Malang terus memantau perkembangan diri karyawan baik secara langsung ataupun tidak, guna peningkatan produktivitas kerja kedepannya.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Ibriati Kartika Alimuddin fakultas ekonomi dan bisnis universitas hasanuddin Makassar  2012 dengan judul Pengaruh motivasi terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Telkom indonesia, tbk cabang makassar  Dari hasil analisis, diperoleh hasil bahwa motivasi eksternal (Kondisi Kerja, Atasan yang Baik, Jaminan Financial dan Sosial) memberikan pengaruh terhadap produktivitas kinerja perusahaan. Sedangkan analisis yang diperoleh dari motivasi internal ( Pekerjaan yang Menyenangkan, Pekerjaan yang Menantang, dan Pekerjaan yang Menarik) memberikan pengaruh terhadap produktivitas. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan terbukti.  Motivasi eksternal dan internal berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan uji koefisien determinasi, yakni sebesar 47% kinerja karyawan dipengaruhi oleh variasi kedua variabel yang digunakan dalam penelitian, sisanya 53% dipengaruhi oleh faktor lain.  Motivasi eksternal lebih dominan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi motivasi eksternal lebih besar dibanding motivasi internal. Motivasi eksternal yang paling dominan mempengaruhi produktivitas adalah komunikasi yang baik antara karyawan dan atasan/sedangkan  motivasi  internal adalah prestasi kerja yang dimiliki, berdasarkan dari penelitian yang di lakukan. 

Kerangka Pikir Penelitian

Variabel – variabel Penelitian

Post a Comment

0 Comments