Makalah mendeskripsikan syair atau pantun dalam Kesusastraan Madura

 

TUGAS

MENDESKRIPSIKAN KESUSASTRAAN

 

Tugas ini di tulis sebagai Tugas dari Mata Kuliah

Kesusastraan Madura

 





Kelas/ Prodi : RPL PGSD

Disusun Oleh:

 

MOHAMMAD ZAHID

 

NPM: 21862063A002534

 

 

PT. SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

(PT. STKIP PGRI) SUMENEP

Tahun Akademik 2022/2023



PEMBAHASAN

A.   Pengertian Syair

Syair berasal dari Persia yang sekarang menjadi Negara Iran dan telah masuk

ke Nusantara bersamaan dengan kedatangan Islam. Orang yang membuat 

syair atau membacakan syair biasanya disebut sebagai penyair atau 

pujangga. Penyair yang memiliki peran besar dalam membentuk syair khas 

Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, yaitu Syair Perahu, 

Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir. Syair ini 

biasanya digunakan untuk menggambarkan hal tertentu yang panjang, 

seperti cerita, nasihat, agama, cinta, dan lain sebagainya. 

Syair juga merupakan salah satu jenis dari puisi lama dimana kata syair 

berasal dari bahasa Arab Syu’ur yang memiliki arti perasaan. Kemudian kata 

syu’ur ini berkembang menjadi syi’ru yang memiliki arti puisi dalam 

pengertian umum. Dalam kesusastraan Melayu, syair merujuk kepada 

pengertian puisi secara umum. Selanjutnya, dalam perkembangannya 

syair mengalami modifikasi dan perubahan sehingga syair disusun sesuai 

dengan keadaan dan situasi yang terjadi.

A.   Jenis-jenis Syair

Mengutip buku Membina Kompetensi Berbahasa dan Bersastra Indonesia, 

syair dibagi menjadi lima kelompok menurut isinya.

1.     Syair Panji Berisi atau bercerita tentang keadaan yang terjadi dalam 

istana (kerajaan), keadaan orang-orang yang ada atau berasal dari dalam istana. Contohnya “Syair Ken Tambuhan” yang menceritakan tentang seorang putri bernama Ken Tambuhan yang dijadikan persembahan untuk Ratu Kauripan.

2.    Syair Romantis Berisi tentang percintaan, pelipur lara, dan cerita rakyat. Contohnya adalah “Syair Bidadari” yang menceritakan seorang putri raja yang dibuang lalu dicari oleh Putra Bangsawan, yaitu saudaranya untuk bertemu kembali dengan

Syair Kiasan Berisi kisah percintaan antara ikan, burung, bunga atau buah-buahan sebagai makna simbolis dari isi yang terkandung atau 1.    sebagai kiasan dan sindiran terhadap suatu peristiwa. Contohnya adalah “Syair Burung Pungguk”. Syair 

tersebut bercerita tentang kisah cinta yang gagal karena perbedaan kedudukan atau derajat.

2.    Syair Sejarah Syair yang berisikan peristiwa sejarah penting, terutama 

perang. Contohnya “Syair Perang Mengkasar” yang dahulu bernama “Syair Sipelman”. Isinya tentang perang antara orang Makassar dan Belanda.

3.    Syair Agama Tergolong syair terpenting dan dibagi menjadi empat, yaitu: Syair sufi oleh Hamzah Fansuri dengan penyair-penyair satu zaman. Syair ajaran Islam, contohnya “Syair Sifat Dua Puluh”. Syair 

A.   Ciri Ciri Syair

Dari penjelasan diatas, adapun ciri-ciri syair adalah sebagai berikut:

1)     Syair terdiri dari empat baris.

2)     Setiap baris pada syair terdiri atas 8 hingga 14 suku kata.

3)     Biasanya jumlah kata dalam syair di setiap baris adalah tetap, yaitu 4-5 kata

4)     Sajak yang digunakan dalam syair adalah a-a-a-a.

5)     Di dalam syair, semua baris mengandung isi dan makna. Makna dalam syair 

ini ditentukan oleh bait-bait selanjutnya.

6)     Bahasa yang digunakan dalam syair biasanya adalah bahasa kiasan.

7)     Biasanya syair berisi tentang petuah, cerita, dongeng dan nasihat.

 

SYA’IR DAN DESKRIPSI SYA’IR

  1. Syair Pertama dan Maknanya.

Syair dari Sang GURU

Begitu mulia yang kau kerjakan
Untuk bekal dimasa depan
Harta tenaga kau relakan
Demi Sejahterakan Kehidupan

Meski banyak rintangan datang
Selalu sedia kau menghadang
Tak pernah lelah kau berjuang
Tuk bekali hidup dimasa menjelang

Tak kau kenal kata lelah
Walau badan letih dan payah
Eski sampai penghabisan darah
Kau tegar dan tak menyerah

Cobaan datang silih berganti
Namun tak pernah ada kata mati
Yang ‘slalu tertanam diri
Membuat orang cerdas berbudi

Dendam amarah kau gugurkan
Kata maaf ‘slalu kau senandungkan
Bagi sepatah kata perbuatan
Yang tak sadar kami lakukan

Hanyalah do’a yang kupinta
Kepada tuhan yang maha kuasa
Agar selalu dan senantiasa
Dilindungi dimanapun kau berada.


Ø  Deskripsi makna yang terkandung dari Sya’ir Pertama

Guru seperti orang tua kita yang kedua dan Jasa-jasanya tak akan terlupakan, dan 

tak ternilai, Guru adalah pejuang yang dengan ikhlas mendidik kita tanpa pamrih 

dan dengan sekuat tenaga Guru ibarat teman yang sejati dan menjadi pelita 

dalam hati, Walaupun anak didiknya selalu susah diatur akan tetapi kata maaf 

selalu engkau berikan pada anakmu,Terima kasih ibu guru, kami anakmu hanya 

bisa mendo’akan semoga yang engkau berikan pada anakmu di sekolah mendapat pahala dari tuhan yang Esa Allah SWT.

  1. Syair Kedua dan Maknanya

Syair tentang Pendidikan

Dengarlah wahai anak anda
Rajinlah belajar sepanjang masa
Ilmu tiada pernah habis dieja
sebagai bekal sepanjang usia

Dengan ilmu engkau terjaga
Dari suramnya waktu dan masa
Cemerlang akan senantiasa
Menyinari dirimu di masa dewasa

Oleh: Gina Hayana

Ø  Deskripsi makna yang terkandung dari Sya’ir Kedua

Makna yang terkandung dari sya’ir kedua ialah mengajarkan pada kita tentang pentingnya menuntut ilmu ibarat bahasa yang terirat dalam pepatah arab “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri china” dan dalam menuntut ilmu tiada batas usia.

  1. Syair Ketiga dan Maknanya

Pahlawan Trunojoyo
Kabit dhimen ampon kaalok pahlawan Madhura.
Ta rongghu abhilla kadhilan Nusantara.
Trunojoyo gaga’ tor bengal menangka pahlawan
Salerana bhabhar, e pabhabharan kotta Sampang
Tojjhuepon malejjhar panjhajhah dari Indonesia,
Terros maju tor nantang alorok mosona
Trunjoyo sedha amargha etepo bhangsana
Namung lampaepon e bhut sebbhut salanjhanga.

 Ø  Deskripsi makna yang terkandung dari Sya’ir  Ketiga

“Pahlawan Trunojoyo” merupakan contoh lain dari lagu yang mengekspresikan penghormatan masyarakat Madura kepada para pahlawan mereka. Lagu di 

atas bercerita tentang sosok pahlawan nasional Trunojoyo yang berasal dari Sampang. Ia adalah pahlawan yang gagah dan pemberani yang dengan tanpa pamrih 

dan memiliki semangat tinggi membela bangsa dan Negara (abhilla kadhilan Nusantara) dan untuk mengusir penjajah dari  bumi Indonesia (malejjhar panjhajhah dari Indonesia) Ironisnya, Trunojoyo wafat bukan karena tipu muslihat penjajah melainkan karena dikhianati bangsanya sendiri. Meskipun kalah dalam perang melawan penjajah, jiwa kepahlawana Trnojoyo akan selalu diingat dan dikenang sepanjang masa.

  1. Syair Ke empat dan Maknanya

E Tera’ Bulan
Ampon dapa’ baktona tera’ bulan,
Sadnajhana tore akompol pas maelang sossa ate katon rota’ apangghi…
E tera’ bulan tarkataran sonarra, langgnge’

bherse, bintang pote dhap-ngarreddhap ce’ pernana.
Tan-taretan jha pas kangse’ apesa eman ongghu pagghun akompol pada tresna Madhura.


Ø  Deskripsi makna yang terkandung dari Sya’ir Kedua

Lagu “E Tera’ Bulan” (diterang cahaya bulan) merupakan lagu yang sering dinyanyikan ketika bulan purnama muncul. Lagu ini dulunya dinyanyikan oleh orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan ketika listrik belum masuk desa. Ketika bulan purnama, orang-orang biasanya keluar rumah untuk berkumpul dan bercengkrama. Tidak jarang kegiatan berkumpul tersebut digunakan untuk mendiskusikan permasalahan yang mereka hadapi dalam hidup. Selain itu, kegiatan berkumpul ketika bulan purnama tiba ini digunakan untuk menghilangkan segala kepenatan hidup walaupun hanya sesaat. Mereka menggunakan  momen terang bulan ini untuk saling bertemu karena kadang akibat sibuknya pekerjaan mereka, mereka jarang memiliki waktu luang untuk bercanda dan bercengkrama. (Ampon dapa’ baktona tera’ bulan, Sadajhana tore akompol pas maelang sossa ate katon rota’ apangghi).


Post a Comment

0 Comments