Sebelum saya menjelaskan dunia santri di sebuah pesantren maka lebih dahulu saya ingin menjelaskan apa itu "Santri", Baik saya sedikit saja menjelaskan dan selanjutnya silahkan antum-antum cari referensi lain karena di buku, Majalah dan di media masih banyak, Baik saya jelaskan arti kata "Santri", Menurut KH. Daud Hendi (Pengurus Yayasan Ummul Quro), beliau menjelaskan bahwa kata Santri jika ditulis dalam bahasa arab terdiri dari lima huruf (سنتري), yang setiap hurufnya memiliki kepanjangan serta pengertian yang luas.
- Sin (س) adalah kepanjangan dari سَافِقُ الخَيْرِ yang memiliki arti Pelopor kebaikan.
- Nun (ن) adalah kepanjangan dari نَاسِبُ العُلَمَاءِ yang memiliki arti Penerus Ulama.
- Ta (ت) adalah kepanjangan dari تَارِكُ الْمَعَاصِى yang memiliki arti Orang yang meninggalkan kemaksiatan.
- Ra(ر) adalah kepanjangan dari رِضَى اللهِ yang memiliki arti Ridho Allah.
- Ya (ي) adalah kepanjangan dari اَلْيَقِيْنُ yang memiliki arti Keyakinan.
Selain lima filosofi kata santri diatas, beberapa sumber menyebutkan bahwa kata santri hanya berasa dari empat huruf, yang antara lain terdiri dari sin, nun, ta, ra. Dan dari segi pemaknaan pun memiliki beberapa perbedaan sebagaimana berikut:
Sin : Satrul al aurah (menutup aurat)
Nun : Naibul ulama’ (wakil dari ulama’)
Ta’ : Tarku al ma’ashi (meninggalkan kemaksiatan)
Ra’ : Raisul ummah (pemimpin ummat.
Dari dua pengertian diatas setidaknya antum tau apa arti dari kata "Santri" ini, selanjutnya saya akan menceritakan apa yang saya Tau ketika menjadi Santri.
Baik antum sebagai pembaca dari blog saya ini, ibarat Antum adalah Santri; Kita mulai sejak masuk sekolah PAUD, TK, SD SMP/MTs, MA/SMA/SMK nahh... dari Jenjang pendidikan ini kira-kira Antum menjadi Santri sejak di jenjang Apa..?
Baik... Mayoritas menjadi seorang santri biasanya sejak masuk SMP atau MA..! Yaa bukan...!
Sobat Antum semua waktu antum mau berangkat Mondok Antum tidak heran lagi, ketika Antum mau berangkat Mondok, yang Mondok Satu atau dua orang yang Antar buanyak .. bahkan sampai dua atau tiga mobil. .! Terbayang tidak Sobat...! Kenapa Ayoo... ! Saya kasih satu alasan dan mungkin adalah salah satunya " karena ketika itu Antum mau diuji seberapa ikhlas hati Antum menimba ilmu jauh dari Kedua orang tua tapi meskipun Antum jauh dari Kedua orang tua karena Antum di pondok akan banyak kenalan dan bahkan kenal dengan berbagai budaya, Ras dan Golongan tertentu.
Kembali ke dunia santri yaa Sobat Antum semua, hal yang paling dan muncul dalam benak Antum adalah "Saya sebentar lagi lulus SD atau MTs dan tidak terasa bentar lagi Saya akan berangkat mondok" disaat itu juga muncul dalam benak Antum sebuah pertanyaan;
-Apakah kira-kira Saya betah tidak yaa nanti ketika mondok????🤔
- Nanti jika saya tidak betah, gimana dengan biaya yang sudah di keluarkan oleh kedua orang tua???
- Gimana nanti dan seperti Apa kegiatan pondok yaa..??
Setelah pertanyaan itu ada satu pertanyaan lagi dan ini biasanya pasti terjadi baik untuk kaum Adam atau kaum Hawa, Apa pertanyaan itu, pertanyaan ini ialah
- Gimana nanti kalau aku tidak betah dan menangis 😢😭?? 😀😁 masak sudah lulusan SMP masih nyengeng .... Sorry Sob..
Menangis di pesantren itu menurut Ana sudah biasa karena Ana juga pernah jadi Santri. Tapi Sobat Antum semua, Jangan Pernah putus asa apalagi putus jadi Santri.! Kalau putus Cinta sudah biasa tinggal cari cewek lain tapi jika Antum putus jadi Santri maka pasti tidak akan pernah merasakan lagi seperti apa "SANTRI" yang sesungguhnya.
Oleh karena itu jadilah Santri yang sesungguhnya.! Emang menjadi Santri yang sesungguhnya seperti apa Sobat.!
Baik Ana cerita sedikit, Sobat Antum semua pernah tidak dengar cerita ada Santri yang Mondok tapi cuma berapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan atau hanya beberapa tahun.!?? Pasti pernah kan.! Oleh karena itu mungkin Sobat Antum bisa memaknai arti Santri yang sesungguhnya.
Secara pengertian arti dari Santri yang sesungguhnya ialah Sobat Antum harus bisa menyelesaikan minimal satu jenjang pendidikan selama Antum menjadi Santri, dan dalam menjadi Santri tidak harus bertahan sekian tahun, walaupun untuk menyelesaikan satu jenjang pendidikan saja itu terasa berat bagi Antum dengan alasan; Tidak Betah/Kerasan, Ingat Orang Tua, Setiap hari/setiap waktu selalu nangis dan merasa berat dengan kegiatan pondok atau alasan lainnya.
Sobat Antum saya cerita sedikit ketika saya menjadi Santri;
"Ketika berangkat Mondok hati sangat senang sekali, ada teman baru tapi ketika dari jam 16.00 (ba'dah Ashar) sampai sholat isyak air mata ini menetes dengan sendiri entah ingat kedua orang tua, pernah bentak kedua orang tua banyak salah terhadap kedua orang tua, uang orang tua ketika kiriman dihambur -hamburkan dan masih banyak yang lainnya, Air mata ini dalam setiap waktu di jam itu pasti menetes tapi ingat bukan cengeng yaa Sobat Antum.
Sobat atau Antum semua selain itu saat sudah menjadi Santri pasti bawaannya menangis dan tidak betah dan ada beberapa istilah dalam dunia santri mau tahu apa saja...! >>> Jangan lupa Share dan Coment yaa <<<
Baik lanjut istilah dalam dunia santri itu ialah;
- Hari Pulkam
- Hari Balikkan
- Hitung/Ngolomin Kalender
- Dan lain lainnya....


0 Comments